MANUSIA adalah MAKHLUK yang LEMAH
Assalamualaikum Wr Wb Sahabat
Sebuah perbandingan sederhana yang bisa kita renungkan maknanya dalam memenuhi salah satu dari rukun iman , yaitu iman kepada Allah.
Allah menciptakan manusia sebegitu hebat dan cerdas di mata kita namun begitu rendah jika dibandingkan dengan kuasa Allah. Itu bisa dibuktikan dengan perbandingan manusia itu sendiri dengan seberapa besar kuasa Allah.
Kita semua dilahirkan dalam suatu lingkungan. Dalam lingkungan itu kita bisa mengerti seberapa besar peran kita. Namun ketika peran kita itu dibandingkan dengan peran manusia di sebuah kecamatan, pasti kita sudah mulai tidak terlihat. Atau juga bisa terlihat cuma sangat kecil. Kemudian bandingkan lagi kita dalam ruang lingkup kabupaten, provinsi dan negara. Apakah kita masih terlihat besar? Bisa dipastikan bahwa kita sangat kecil dan lemah.
Bandingkan lagi kita dengan sebuah bumi. Apa kita masih terlihat? Saya yakin kita akan semakin tidak berarti. Kita hanya akan terlihat sebagai sebuah titik yang amat sangat kecil.
Bandingkan lagi kita dengan matahari. Adalah kita terlihat? Bandingkan lagi kita dalam tata surya kita. Bisa dipastikan kita sudah tidak terlihat. Padahal tata surya kita hanya 1 dari sekian milyar gugus tata surya yang lain. Masihkan kita yakin bahwa kita besar, cerdas dan hebat?
Di hadis Rasulullah SAW dijelaskan bahwa langit itu ada 7 tingkat. Dan semua yang saya jelaskan di atas adalah yang ada di langit tingkat pertama. Mari memperkirakan seberapa besar dan hebat tingkat langit yang lain. Saya yakin bahwa akal manusia tidak akan mampu walau hanya sekedar membayangkannya.
Semua hal di atas dibuat Allah dan akan dihancurkan Allah dengan sangat mudah. Semua itu dibuat sangat rapi, sangat indah dan sangat besar.
Sekarang mari kita renungkan bersama. Masihkah kita tidak menyembah-Nya? Masihkah kita bisa merasa hebat? Masihkah ada manusia yang berani menyombongkan apa yang dia punya?
Semoga narasi singkat tadi bisa meningkatkan iman kita kepada Allah SWT
Waalaikum Salam Wr Wb
Sebuah perbandingan sederhana yang bisa kita renungkan maknanya dalam memenuhi salah satu dari rukun iman , yaitu iman kepada Allah.
Allah menciptakan manusia sebegitu hebat dan cerdas di mata kita namun begitu rendah jika dibandingkan dengan kuasa Allah. Itu bisa dibuktikan dengan perbandingan manusia itu sendiri dengan seberapa besar kuasa Allah.
Kita semua dilahirkan dalam suatu lingkungan. Dalam lingkungan itu kita bisa mengerti seberapa besar peran kita. Namun ketika peran kita itu dibandingkan dengan peran manusia di sebuah kecamatan, pasti kita sudah mulai tidak terlihat. Atau juga bisa terlihat cuma sangat kecil. Kemudian bandingkan lagi kita dalam ruang lingkup kabupaten, provinsi dan negara. Apakah kita masih terlihat besar? Bisa dipastikan bahwa kita sangat kecil dan lemah.
Bandingkan lagi kita dengan sebuah bumi. Apa kita masih terlihat? Saya yakin kita akan semakin tidak berarti. Kita hanya akan terlihat sebagai sebuah titik yang amat sangat kecil.
Bandingkan lagi kita dengan matahari. Adalah kita terlihat? Bandingkan lagi kita dalam tata surya kita. Bisa dipastikan kita sudah tidak terlihat. Padahal tata surya kita hanya 1 dari sekian milyar gugus tata surya yang lain. Masihkan kita yakin bahwa kita besar, cerdas dan hebat?
Di hadis Rasulullah SAW dijelaskan bahwa langit itu ada 7 tingkat. Dan semua yang saya jelaskan di atas adalah yang ada di langit tingkat pertama. Mari memperkirakan seberapa besar dan hebat tingkat langit yang lain. Saya yakin bahwa akal manusia tidak akan mampu walau hanya sekedar membayangkannya.
Semua hal di atas dibuat Allah dan akan dihancurkan Allah dengan sangat mudah. Semua itu dibuat sangat rapi, sangat indah dan sangat besar.
Sekarang mari kita renungkan bersama. Masihkah kita tidak menyembah-Nya? Masihkah kita bisa merasa hebat? Masihkah ada manusia yang berani menyombongkan apa yang dia punya?
Semoga narasi singkat tadi bisa meningkatkan iman kita kepada Allah SWT
Waalaikum Salam Wr Wb
MANUSIA adalah MAKHLUK yang LEMAH
Reviewed by Yuki
on
6:47 AM
Rating:
Reviewed by Yuki
on
6:47 AM
Rating:


No comments: