Wajibnya Ilmu Agama
Assamualaikum Wr. Wb.
Met jumpa lagi gan ..
Dewasa ini semakin banyak ilmu yg berkembang, baik ilmu formal maupun non formal. Seyogyanya dengan perkembangan itu kehidupan manusia juga akan berkembang semakin baik dari segi jasmani dan rohani. Namun seperti yg kita ketahui bahwa perkembangan rohani masyarakat tidak sebaik perkembangan jasmaninya. Lalu apa yg menyebabkan semua itu?
Perkembangan jasmani lebih banyak dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu menjadikan kemajuan industri dan peradaban manusia secara keseluruhan baik di segala aspek kehidupan masyarakat. Seiring dengan kemajuan tersebut, ilmu keagamaan semakin ditinggalkan karena banyak orang menganggap bahwa agama hanya menjadi hambatan teknologi dan ilmu pengetahuan. Agama bersifat kolot dan kaku terhadap perkembangan teknologi. Dengan pemikiran itu kebanyakan orang mulai sedikit saja memakai hukum agama sebagai pertimbangan, bahkan sebagian mulai meninggalkannya karena menginginkan kebebasan individual maupun golongan.
Apa sebenarnya yang membuat mereka berpikiran seperti itu? Akan coba saya jelaskan sesuai paradigma saya sebagai orang awam. Manusia pada dasarnya terbentuk dari tubuh (jasad), roh (ruh) dan jiwa ( nafs). Pada umumnya orang hanya mengetahui manusia itu hanya terdiri dari jasad dan ruh. Mereka tidak memahami sesungguhnya manusia terdiri dari tiga unsur , yaitu: Jasad, Jiwa dan Ruh. Ini dapat dibuktikan dalam firman Allah Taala Surah Shaad (38:71-73) yang berbunyi: Ingatlah ketika Tuhan-MU berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah KU- sempurnakan kejadiannya, maka KU-tiupkan kepadanya Ruh-KU. Maka hendaklah kamu tunduk bersujud kepadanya. Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuannya. Pada ayat yang lain pula, Allah menjelaskan tentang penciptaan jiwa (nafs). Surah Asy Syams (91:7-10) . Firmannya yang berbunyi: Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya. Selain itu, Allah juga berfirman dalam Al Quran tentang proses kejadian jasad (jisim). Surah Al- Mukminun (23:12-14): Dan sesungguhnya Kami telah menciptkan manusia dari saripati dari tanah, Kemudian jadilahlah saripati itu air mani yang disimpan dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-tulang, lalu tulang-tulang ini Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk berbentuk lain, maka maha suci Allah. Pencipta yang paling baik.
A. Jasad
Tubuh, jasad atau jisim adalah angggota tubuh manusia terdiri dari mata, mulut, telinga, tangan, kaki dan lain-lain. Ia dijadikan dari tanah liat yang termasuk dalam derejat paling rendah. Sifatnya dapat mencium, meraba, melihat. Dari jasad ini timbullah kecenderungan dan keinginan yang disebut Syahwat. Ini dijelaskan dalam Al Quran Surat Ali Imran, yang
bermaksud: Dijadikan indah pada pandangan manusia , merasa kecintaan apa-apa yang dingininya (syahwat) yaitu wanita wanita, anak-anak, harta yang bertimbun dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatan ternakan dan sawah ladang, Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat sebaik-baik kembali.
B. Jiwa (Nafs)
Kebanyakan orang mengaitkannya dengan diri manusia atau jiwa. Padahal ini berkaitan dengan derajat atau kedudukan manusia yang paling rendah dan yang paling tinggi. Jiwa ini memiliki dua jalan yaitu:
1. Nafsu Lawwamah yaitu nafsu yang lebih cenderung kepada sifat-sifat tercela, yang menyesatkan dan menjauhkan dari Allah. Sebagaimana Allah Taala berfirman surah (Shaad :26) yang bermaksud: ….. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah
2. Nafsu Mutmainnah adalah nafsu yang cenderung ke arah kebaikan karena berkaitan dengan nilai hidup manusia dan rahmat atau ridha Allah. Sebagaimana firmannya dalam surah (Al-Fajr : 27-30 ) yang bermaksud: Hai jiwa yang tenang (Nafsu Mutmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhaiNya . Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, masuklah ke dalam syurgaKu.
C.Ruh
Ruh mempunyai dua pengertian yaitu :
1. Sebagai nyawa
2. Sebagai suatu yang halus dari manusia (pemberi cahaya kepada jiwa)
Ruh sebagai nyawa kepada jasad atau tubuh . Ia ibarat sebuah lampu yang menerangi ruangan. Ruh adalah lampu, ruang adalah sebagai tubuh. Jika lampu menyala maka ruangan menjadi terang. Jadi tubuh kita ini boleh hidup karena ada ruh (nyawa). Dalam pengertian yang kedua, Ruh sebagai sesuatu yang merasa, mengerti dan mengetahui. Hal ini sangat berhubung dengan hati yang halus atau hati ruhaniyyah.
Jika hati seseorang baik maka akan baik juga seluruh tubuhnya. Jika hati seseorang itu rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya. Hati inilah yg menjadi kunci perilaku manusia. Jika manusia bisa menggunakan mata hatinya maka mereka bisa menjadi manusia yg baik dalam segala hal. Dalam bekerja, belajar, mempelajari ilmu, menerapkan teknologi dan seluruh kegiatan manusia yg lain dalam kehidupan individualnya maupun dalam kehidupannya yg berhubungan dengan orang lain.
Hati bisa dibersihkan dengan mengendalikan nafsu, dengan mengendalikan nafsu maka tubuh bisa dikendalikan juga. Jika tubuh bisa dikendalikan maka semua panca indera akan terkendali juga. Terkendali dari pelajaran dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyimpang dari hukum agama. Manusia yg seperti ini akan bisa menciptakan atau menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang baik dan secara otomatis akan memfilter dan tidak mengikuti pengetahuan dan penerapan ilmu yg buruk.
Oleh karena itu, jika kita menginginkan kehidupan rohani yg baik dan berkembang sesuai dengan perkembangan jasmani maka kita harus memperbaiki hati dulu karena dengan baiknya hati maka segala perilaku akan menjadi baik pula. Bagaimana cara membersihkan hati? Maka kita perlu mengendalikan nafsu dengan mengenalkan, mempelajari dan menerapkan ilmu agama dalam keadaan sehari-hari dengan sedetail-detailnya dan sebaik-baiknya. Mewajibkan pembelajaran dan pemahaman ilmu agama sebagai dasar untuk mengenal ilmu yg lain. Ilmu agama bukan sunnah dan bukan sampingan. Ilmu agama wajib dipelajari dan diterapkan sebagai sarana kita memajukan kehidupan jasmani dan rohani yg selaras, seimbang, yang diridhoi Allah SWT dan dijauhkan dari nafsu yang lebih mementingkan dunia daripada kehidupan akhirat.
Wa'alaikumsalam Wr.Wb
Reviewed by Yuki
on
9:21 PM
Rating:

No comments: